Post ID: 8
HALAMAN
Beberapa Bukti Kutukan Kuno
28 Agustus 2019 (12:17 WIB)
Ditulis oleh Mhamang Nasgor

Hampir semua budaya di berbagai belahan dunia pernah memasuki zaman dinamisme, di mana benda-benda mati menjadi objek pemujaan yang dipercaya menyimpan berkah bahkan kutukan. Nenek moyang kita sempat mempercayai batu-batuan, prasasti, dan arca sebagai benda keramat.

Meskipun memuja benda mati di zaman modern ini telah luntur, sejumlah legenda dan mitos yang berkaitan dengan praktek dinamisme masa lalu masih tersisa. Bisa ditelusuri dari kisah tentang barang yang dipercaya memiliki kekuatan hingga saat ini. Berikut saya merangkumnya dalam Beberapa Bukti Kutukan Kuno.

Kutukan Berusia 2.400 Tahun Ditemukan di Makam Kuno Yunani


(Klik gambar untuk memperbesar)

5 tablet atau lempengan timah dari masa 2.400 tahun lalu ditemukan di makam seorang perempuan muda yang jasadnya dikremasi Athena, Yunani. Yang menarik, pada tablet tersebut terukir mantra kutukan yang ditujukan pada 4 pasangan suami-istri pemilik kedai minuman.

Kutukan tersebut meminta kepada para dewa dunia bawah atau chthonic seperti Hekate, Artemis, dan Hermes untuk meneruskan kutukan pada sasarannya.

Sementara, tablet kelima kosong. Diduga mantra kutukan dirapalkan secara lisan, bukan dituliskan diatasnya.

Kelima lempeng timah itu ditusuk dengan paku besi, dilipat, dan dimasukkan ke dalam makam.

Diyakini, kuburan seseorang akan menjadi perantara bagi tablet kutukan tersebut untuk mencapai dewa dunia bawah yang konon akan melaksanakan teluh tersebut.

Salah satu kutukan ditujukan pada pasangan suami-istri penjaga kedai minuman. Hal ini karena kedai minum bukan hanya menjadi ajang bersosialisasi atau bergaul di Athena pada masa lalu, namun juga lokasi perjudian atau kegiatan tercela lainnya.

ads-text ads-image-square ads-image-width

Temuan Prasasti Kutukan Penyihir Kuno di Bologna


(Klik gambar untuk memperbesar)

Prasasti batu yang tersembunyi di gudang Museum Bologna memuat kutukan kuno yang memanggil dewi setan untuk menyiksa korban. Prasasti ini tersembunyi hampir satu abad.

Benda antik ini disingkirkan pada Perang Dunia I. Tapi, telah ditemukan kembali pada 2009. Prasasti ini berumur 1.600 tahun. Sekarang penerjemah menemukan rahasia gelapnya.

Batu tua ini memanggil sosok berambut ular untuk "mengikat" pria yang dimumikan dengan tangan terikat. Korbannya bernama Porcellus.

Peneliti dari Universitas Zaragoza, Celia Sanchez Natalias menerjemahkan prasasti aneh itu untuk kali pertama.

Ular meliuk muncul mengancam dari sisi kepala sosok yang bermahkota. Di bawahnya, terdapat gambar orang yang dimumikan dengan tangan terikat atau saling menyilang. Korban ini dikutuk. Penanda kutukan sangat mudah dikenali karena ukiran berikutnya menuliskan nama Porcellus.

Prasasti kutukan dari Bologna ini unik karena menggabungkan sosok iblis dan teks. Benda ini memanggil dewi tiga wujud Hecate. Sosok ini sering disebut sebagai "ibu" para penyihir.

Sosok pertama tampil dengan ular keluar dari kepalanya, seperti Medusa. Mahkota diduga digunakan untuk memanggil iblis atau dewi untuk memberikan kutukan.

ads-text ads-image-square ads-image-width

Artefak Tablet Kutukan Sihir Kuno di Yerusalem


(Klik gambar untuk memperbesar)

Arkeolog asal Israel menggali sebuah artefak tablet berusia 1.700 tahun dari sebuah rumah Romawi di Kota Daud di Yerusalem. Tablet yang dimaksud bukanlah perangkat PC mobile, melainkan sebuah benda bersejarah berbentuk persegi panjang.

Di tablet tersebut, kabarnya seorang wanita bernama Kyrilla mengutuk seorang pria bernama Lennys kemungkinan atas kasus hukum. Arkeolog meyakini artefak tablet yang berusia ribuan tahun ini ditulis oleh seorang penyihir.

Benda bersejarah yang disebut tablet kutukan ini diambil dari penggalian oleh Israel Antiquities Authority di Givati Parking Lot. Lokasi tersebut dikenal sebagai "City of David", sebuah area pekerjaan bagi manusia selama 6 ribu tahun.

Rumah besar atau mansion ini berukuran 2 ribu meter persegi dan berisi dua halaman terbuka yang berdekatan satu sama lain. Rumah ini kabarnya pernah ditempati antara akhir abad ketiga hingga 363 sebelum masehi.

Teks pada tablet ini kabarnya ditulis dalam bahasa Yunani dan menyebut seorang nama wanita, Kyrilla yang memanggil enam dewa untuk melemparkan kutukan pada seorang pria, Lennys. Peneliti yang mengartikan teks tersebut mengungkapkan, Kyrilla meminta para dewa untuk memastikan bahwa pria tersebut tidak akan melawan atau tidak melakukan apapun yang merugikan Kyrilla.Peneliti Robert Walter Daniel dari Institut für Altertumskunde di University of Cologne mengatakan, Kyrilla mengombinasikan elemen dari empat agama. Salah satu teks juga mengandung kata-kata sihir seperti penyebutan 'laoth', yang berasal dari Ibrani atau Yahudi.

ads-text ads-image-square ads-image-width

Kutukan Artefak Pompeii


(Klik gambar untuk memperbesar)

Seorang remaja 16 tahun asal Belanda mengambil genteng Romawi, memasukkannya ke dalam ransel, dan berusaha menyelundupkannya keluar dari kota kuno Pompeii yang sedang direnovasi.

Namun, pencurian itu disaksikan seorang turis Amerika Serikat. Kepada polisi yang mencegatnya di dekat pintu keluar, pemuda asal Belanda itu mengaku akan menjual artefak kuno itu di eBay, uang tersebut akan digunakan untuk membeli iPhone terbaru.

Untung saja aksinya digagalkan. Jika tidak, mungkin ia akan menyesalinya seumur hidup. Bukan soal ancaman hukum, namun sesuatu yang dianggap lebih mengerikan lagi: 'kutukan'.

Baru-baru ini dikabarkan, sejumlah turis yang pernah mengunjungi Pompeii mengembalikan 'kenang-kenangan' yang mereka ambil dari sana.

Sejumlah turis menduga, mereka mendapat kutukan karena nekat mengambil artefak dari kota yang terkubur abu panas Gunung Vesuvius itu.

Selama beberapa tahun, sebanyak 100 paket berisi benda-benda dari situs Pompeii dikembalikan. Sebagian disertai surat yang menjelaskan, masalah dalam hidup si pengirim mungkin dipicu aksi pencurian mereka di kota kuno tersebut.

Salah satu surat ditulis pria Spanyol. Ia mengembalikan sejumlah artefak, termasuk patung perunggu yang ia ambil pada 1987. Menurut dia, benda itu telah menghancurkan keluarganya.

Dan seseorang dari Amerika Latin mengembalikan batu yang diambilnya dari Pompeii. Ia mengaku, keluarganya mengalami 'trauma demi trauma' sejak ia mengambil artefak tersebut.

Massimo Osanna, pengawas arkeologi Pompeii mengatakan, sejumlah orang meyakini, Pompeii adalah 'kota terkutuk'. Dan kutukan itu bisa jadi menular. Konon, erupsi dahsyat Gunung Vesuvius yang mengubur kota beserta seluruh penduduknya dengan abu panas terjadi karena para dewa marah dan menghukum mereka yang telah menghancurkan bangunan suci.

ads-text ads-image-square ads-image-width

Dibuat:
28 Agustus 2019 (12:17 WIB)

Update Terakhir:
28 Agustus 2019 (12:17 WIB)

Oleh:
Mhamang Nasgor

Dilihat:
26×

Credits | Contact Us | Layout Design by Alex Nasgorest | Powered by W3.CSS

Nasgorest Blog Website is © Alex Nasgorest. All Rights Reserved.